Friday, May 4, 2018

Informasi Umum yang perlu diketahui Komunitas Teologi



Komunitas teologi tidak hanya berurusan dengan soal-soal iman tetapi juga harus mengetahui tentang hal-hal yang bersifat umum. Apa saja informasi umum yang perlu diketahui komunitas teologi Kristen? Ikuti dalam artikel ini.

1. Tenaga Kerja Asing (TKA)


Artikel ini tidak bersifat mengkritis kebijakan tenaga kerja asing tetapi hanya sekadar menyampaikan informasi tentang hal yang lagi tren dalam berita di Indonesia, untuk itu perlu diketahui.
Kita tahu secara bersama bahwa akhir-akhir ini TKA menjadi hal yang ramai diberitakan. Dengan kata lain, Tenaga Asing Menjadi Sorotan. Demikian berita dalam kompas (2 Mei 2018). Tenaga Asing yang dimaksud disini yaitu saudara-saudara sesama anak manusia dari negara-negara lain yang mencari kerja di Indonesia. Di Indonesia, tentu ada pengusaha-pengusaha yang memulai usahanya dalam berbagai bidang. Pengusaha itu bisa dari warga negara Indonesia maupun dari negara lain yang mendirikan usahanya di wilayah Indonesia. Bila yang dari negara lain, tentu mereka akan menggunakan tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja dari negara asalnya. Katakanlah ada dari negara-negara lain yang etos kerja lebih tinggi maka para pengusaha akan menggunakan tenaga kerja seperti itu. Seiiring dengan peluang MEA 2017 maka Indonesia juga terbuka dengan persaingan dalam hal tenaga kerja. Dalam konteks dunia pendidikan, kita belum mendengar bagaimana tenaga kerja dari luar negeri ke Indonesia. Hanya saja untuk tenaga kerja di bidang non Pendidikan, kita mendengar berita, misalnya melalui koran dan televisi tentang tudingan banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia. Tentu pemerintah kita memiliki kepastian data tentang tenaga kerja. Namun dalam artikel ini, penulis fokuskan pada dunia pendidikan Kristen. Apakah dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Kristen. Sekolah-sekolah Kristen diserbu oleh tenaga-tenaga pendidikan dari luar negeri, misalnya dari negara-negara Asean. Kita belum punya data. Yang jelas kita harus meningkatkan kualitas layanan kita dalam pendidikan Kristen. Dalam dunia kerja umum, ada seruan untuk memperketat TKA (Tenaga Kerja Asing) seperti yang kita baca dalam Kompas Rabus 2 Mei 2018, halaman 1)

2. Menyejahterakan Mama Petani Melalui Kopi



Kompas tertanggal 2 Mei 2018 memberitakan kisah menarik tentang pergumulan Torsina Wenda. Ia mengajar orang-orang Papua untuk menanam kopi. Ibu Torsina dalam 6 tahun terakhir ini giat memotivasi warga Papua menanam Kopi, Ia khususnya mengajak ibu-ibu untuk menanam kopi. Dari ibu untuk ibu-ibu. Mungkin itu suatu istilah yang saya pakai untuk menyebut tekat baik ibu Torsina dalam menanam Kopi. Ibu Torsina mengubah Kampung halamannya di Peragaba untuk menanam kopi. Daerah yang letaknya di Jayawijaya, Papua. Ia berhasil membuat perkebunan Kopi Rakyat. Inilah sebuah perjaungan yang berbuah manis dari seorang ibu Papua.Selanjutnya lihat Kompas tertanggal 2/5 2018, Hal.16 Pesan yang hendak ditegaskan dalam artikel ini yakni kita harus menjadi tenaga yang berdampak bagi lingkungan. Kemanusiaan yang berdampak bagi sesama manusia.

3. Racun Kalajengking Bisa Membuat Kaya



Racun kalajengking secara awam tetap dianggap sebagai sesuatu yang mengancam kehidupan manusia. Namun oleh para peneliti ternyata racun kalajengking bisa digunakan sebagai obat dan harganya sangat mahal. 1 liter racun kalajengking seharga R 143 miliar. Untuk mendapatkan racun kalajengking sebanyak 1 liter, seseorang harus memelihara 200 juta kalajengking
Namun hal ini bukan sesuatu yang mudah. Butuh waktu yang sangat lama. Pesan yang disampaikan melalui racun kalajengking yaitu menjadi sukse seperti sehat, kaya butuh waktu dan perjuangan. Tidak bisa instan. Tidak perubahan yang instan tetapi harus melalui waktu yang panjang.

4. Kampung Berseri Astra



Semua orang merindukan agar kampung menjadi wilayah yang menunjukkan rasa keceriaan pada warganya. Untuk mencapai ini butuh pendidikan yang berlangsung dalam proses waktu yang sangat panjang. Dalam proses waktu yang panjang itu, proses menuju desa sejahtera dapat diwujudkan. Dalam kampung yang berseri mesti dipadukan dengan pendekatan pengembangan terpadu bidang pendidikan, entrepreneur, kesehatan dan lingkungan hidup. Menurut Kompas hal 3 tertanggal 2 Mei 2018 ada 72 Kampung berseri Astra yang tersebar di beberapa propinsi, disebutkan ada 34 propinsi. Visi yaitu menuju Desa Eirene (Desa Sejahtera)

5. Pendidik Kreatif Menghasilkan Murid Periang



Pembelajar harus menyenangkan peserta didik. Proses ini membutuhkan guru kreatif. Bila guru kreatif maka muridpun riang. Untuk mencapai maksud ini maka metode edukasi juga harus variatif. Metode yang variatif membuat murid tidak bosan terhadap pembelajaran atas materi pelajaran yang diajarkan guru.

6. Daftar Ulang Kartu Simpati, XL dll



Kesempatan bagi setiap penduduk untuk mendaftarkan ulang nomor telepon hp prabayar telah berakhir tanggal 30 April 2018. Oleh karena itu pengguna yang belum mendaftar ulang sampai pada batas waktu yang sudah berakhir harus membeli nomor baru. Dalam hal ini sejak tanggal 1 Mei 2018 Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memutuskan untuk menggunakan pendaftaran dengan menggunakan nomor NIK. Jadi bagi yang menggunakan nomor kartu prabayar.
Kartu Prabayar selular yang biasa digunakan masyarakat, seperti:
1. Kartu Simpati
2. Kartu XL Axiata
3. Kartu IM3 Ooredoo
4. Karty Axis
5. Kartu Tri
Lima kartu di atas tentu dianggap memiliki layanan terbaik bagi pelanggannya. Saya setia menggunakan Simpati

7.Sarjana yang Membawa Terang ke Pinggir Hutan



Sarjana adalah salah satu gelar. Mereka yang menyandang gelar sarjana memiliki kemampuan untuk membuat trobosan-trobosan dalam kehidupan masyarakat. Misalnya pada kasus seorang sarjana yang

"membawa terang ke pinggir Hutan"


. Sarjana itu namanya: Hunggul YSH Nugroho. Info lengkapnya baca kompas tertanggal 3 Mei 2018 hal 16 Kol. 1-6. Ia memanfaatkan potensi hut5an dan membawa terang ke masyarakat yang belum punya pengalaman listrik. Wilayah yang dimaksud yaitu di Kampung Kayubiraga, Desa Borongropoa, Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Apa yang dilakukan oleh komunitas Magister Pendidikan Agama Kristen, khususnya dalam Pengabdian Masyarakat. Kita mesti membuat penelitian-penelitian yang relevan untuk masyarakat.


Masyarakat membutuhkan hasil karya dari mereka yang telah didik dalam dunia Akademis. Bila tenaga-tenaga terdidik melakukan terobosan penelitian dan memanfaatkan untuk kebermanfaatannya bagi masyarakat maka pasti akan sangat berbahagia.Beragam kemajuan yang terjadi dalam masyarakat karena penerapan hasil penelitian dari mereka yang mendedikasi ilmunya untuk kebermaknaan bagi orang banyak. Semakin banyak penelitian maka semakin banyak pula kebenaran-kebenaran pengetahuan yang dihasilkan. Muara dari temuan-temuan penelitian ini pasti berguna bagi kehidupan masyarakat.

Thursday, May 3, 2018

Syarat Studi Magister Pendidikan Kristen STT IKSM Santosa Asih



Program Magister Pendidikan Kristen STT IKSM Santosa Asih telah diakreditasi BAN. Artinya Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen di STT IKSM Santosa Asih memiliki status legal. Oleh karena itu, kami menawarkan kepada para tamatan STT maupun universitas yang hendak menempuh pendidikan keguruan untuk strata Magister. Adapun syarat masuk studi dalam Prodi Magister Pendidikan AGama Kristen sbb:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baru
Isi formulir S2 beberapa item sama dengan Program S1 Teologi dan PAK. Item yang dimaksud sbb:
1.1. Data Pribadi
Nama Lengkap
Nama Panggilan
Tempat/Tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Alamat lengkap
Telepon
2. Data Pendidikan
3. Data Keluarga
4. Data Kesehatan
5. Data Perilaku
6. Data Kerohanian
7. Data Kegerejaan
8. Data Pelayanan
9. Prodi Pilihan
10. Penanggungjawab Biaya Pendidikan
11. Surat Rekomendasi Gereja
12. Foto copy ijazah S1 dari Sekolah yang terakreditasi BAN PT, legalisir cap basah
13. Foto Copy Transkrip dan dilegalisir cap basah
14. Foto Copy Surat Baptis
15. Foto copy Surat Sidi
16. Foto copy KTP
17. Ikut tes

Khusus Magister Pendidikan Agama Kristen:



Syarat Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Magister Pendidikan Agama Kristen sbb:
1. Berijazah Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Terakreditasi BAN, minimal C
2. Mengisi formulir Pendaftaran
3. Menyerahkan ijazah S1 yang telah dilegalisir cap basah ( 2 lembar)
4. Fotokopi Transkrip Nilai S1 yang telah dilegalisir dengan cap basah (2 lembar)
5. Fotokopi KTP (1 lembar)
6. Foto berwarna ukuran 3x4 ( 4 lembar)
7. Foto berwarna ukuran 2x3 ( 4 lembar)
8. Lulus tes: Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lebih bagus jika mahasiswa memiliki Toefl Inggris

Biaya Studi


1.Pendaftaran Awal
2.Perpustakaan
3.Registrasi
4.Biaya SKS

Sunday, April 22, 2018

Ontologi dan Epistemologi Serta Asiologi PAK



Pascasarjana kembali lagi memposting sebuah artikel ringan tentang: Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pendidikan Agama Kristen yang Berbasis Alkitabiah. Dalam judul artikel terdapat kata PAK, kata PAK merupakan singkatan dari Pendidikan Agama Kristen (PAK). Sekarang baca apa yang dimaksudkan dalam judul artikel ini. Selamat membaca.

1. Ontologi Pendidikan Agama Kristen

1.1. Ontologi PAK Masa Lampau

Ontologi (baca: realitas Pendidikan Agama Kristen) pada masa lampau tentu didasarkan pada logos Teos, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam logos Teos yang Lama (PL), realitas Pendidikan itu kita dasarkan pada aktivitas di taman Eden dan di luar taman Eden. Di taman Eden berlangsung edukasi ilahi, yaitu TUHAN Allah mendidik dua manusia, yaitu Adam dan Hawa.

Dalam Pendidikan Taman Eden, ada instruksi sang Guru Ilahi. Instruksi itu dimulai dengan kata: Boleh dan Jangan di Taman Eden. Instruksi pertama, boleh. Manusia diberi kebebasan untuk mengelola dan menikmati apa yang ada di taman Eden. Manusia mendapat perintah edukasi, yakni boleh makan buah-buah pohon secara bebas, tetapi buah pohon yang dilarang, manusia tidak boleh memakan buahnya.
Realitas Edukasi di taman Eden yaitu ada manusia, Adam dan Hawa. Kemudian realitas itu diperluas di luar taman Eden, dengan lahirnya Kain dan Habel, juga Zet.
Adam dan Hawa mendapat didikan TUHAN, Adam dan Hawa selanjutnya mendidik anak-anaknya. Perkembangan akan generasi manusia mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, dari Adam dan Hawa kemudian berkembang menjadi sebuah bangsa yaitu Israel, kemudian berkembang lagi dalam Gereja.
Jadi, ontologi PAK dalam PL dan PB adalah manusia dewasa dan manusia yang belum dewasa, yang ada dalam komunitas keagamaan tertentu (berdasarkan Alkitab, ada ekklesia Israel dan Ekklesia Kristen) Jadi, ontologi PAK masa kini yaitu Guru, Murid, Materi, Tempat Belajar/fasilitas belajar.


1.2. Ontologi PAK Masa Kini

Realitas PAK masa kini yakni Guru/Dosen (Pendidik), Peserta didik (dari berbagai status sosial dan kompetensi). Ruang belajar/ruang kuliah yang ukurannya sesuai aturan BAN/DIKTI. Fasilitas Internet yang memudahkan pencarian informasi.

2. Epistemologi PAK

Definisi:

PAK adalah usaha terencana orang dewasa terhadap orang belum dewasa Usaha memanusiakan manusia muda dengan nilai-nilai Kristiani dan nilai-nilai universal yang tidak bertentangan dengan iman Kristen
Usaha terencana itu dimulai dengan menentukan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan itu dirumuskan dengan mempertimbangkan dimensi kompetensi dalam diri manusia yang belum dewasa Kurikulum PAK, yaitu adanya rekonstruksi pengetahuan tentang PAK secara benar dengan terlebih dahulu menentukan tujuan, materi pelajaran, proses (penggunaan metode dan media dalam belajar-mengajar), dan evaluasi ketercapaian pembelajaran. Epistemologi PAK mensyaratkan adanya perolehan pengetahuan Pendidikan Agama Kristen yang dinilai pengetahuan yang benar tentang Pendidikan Agama Kristen.
Guru/dosen gemar membaca buku, jurnal-jurnal dan prosiding. Semuanya bertujuan untuk sebuah epistemologi Guru PAK yang mampu mengevektifkan proses pembelajaran.

3. Aksiologi PAK

Pendidikan Agama Kristen tidak hanya dijadikan sebagai sumber pengetahuan, tetapi ia harus ter-internalisasi dalam kehidupan nyata (benrmanfaat). Aksiologi PAK dalam diri peserta didik, yaitu: PAK mendorong peserta didik dalam kesetiaan beriman kepada TUHAN Yesus PAK mempengaruhi peserta didik dalam buah-buah kehidupan yang sesuai dengan pertobatan PAK yang mempengaruhi peserta didik berhenti dalam kehidupan kenakalan remaja, pemuda dan orang dewasa. Selanjutnya dapat diperluas oleh pembaca.

Salam Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi PAK

Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Sunday, April 1, 2018

Wednesday, March 28, 2018

9 Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi

Hari ini pukul 12.15 saya membuka WA dari PDPTKI Regional 3 dari Wahyu A.Rini tentang Standar Akreditasi dari BAN PT. Ada 9 Instrumen Akreditasi yang mesti diperhatikan oleh Perguruan Tinggi, khususnya Sekolah Tinggi Teologi. 9 Instrumen Akreditasi yang dimaksud yakni:
1. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
3. Mahasiswa
4. Sumber Daya Manusia
5. Keuangan, Sarana dan Prasarana
6. Pendidikan
7. Penelitian
8. Pengabdian Kepada Masyarakat
9. Luaran dan Capaian Tridarma Perguruan Tinggi

Terimakasih kepada PDPTKI Regional 3 melalui Wahyu A. Rini yang telah memberi informasi melalui WA kepada anggota PDPTKI.
Rekan-rekan yang terhormat! Insrumen AKreditasi tersebut nampaknya berat untuk kita kerjakan, namun kita harus mengerjakannya. Bila kita sudah mengerjakan maka kita akan bekerja/mengajar/berproses dalam Pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam kualitas Standar yang dikeluarkan pemerintah melalui BAN PT.
Salah satu yang sering saya tekankan adalah Visi STT. STT bersama seluruh komponen yang terkait mesti duduk bersama dan merumuskan Visi lembaga dan Prodi untuk dijadikan sebagai semangat Civitas Akademik.

Visi Lembaga dan Prodi akan memberi arah yang baik kepada dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian perumusan visi dan misi itu sangat urgen. Visi STT mencerminkan ciri khas yang berbeda dengan STT lian. Visi juga menunjukkan kualitas dengan STT lain. Ciri khas STT IKSM Santosa Asih adalah Sekolah Minggu. Ada kerinduan dari pendiri STT IKSM Santosa Asih yaitu STT IKSM Santosa Asih memiliki keunggulan dalam Sekolah Minggu.

Kerinduan ini mesti diakomodir dalam rumusan visi dan misi lembaga maupun prodi teologi dan Pendidikan Agama Kristen di STT IKSM Santosa Asih. Mari rekan-rekan kita merumuskan sebuah visi sebagai perluasan dari Visi yang sudah ada di STT IKSM Santosa Asih.

Cirikhas ini pernah diingatkan oleh Dr. Yakob Tomatala. Beliau mengatakan bahwa setiap STT memiliki ciri khas. Selanjutnya ia menyatakan agar ciri STT IKSM Santosa Asih dalam Sekolah Minggu jangan sampai ditiadakan. STT IKSM Santosa asih mesti mengembangkan diri dalam kualitas atau keunggulan layanan Sekolah Minggu.
Bila dikatakan STT IKSM Santosa Asih memiliki ciri khas pada Sekolah Minggu maka tidak dapat diartikan STT IKSM Santosa Asih menamatkan tamatannya untuk anak-anak. Tamatan STT IKSM Santosa Asih dapat mengabdi sebagai pengajar di Sekolah Formal seperti SD, SMP dan SLTA. Dengan kata lain tamatan STT IKSM Santosa Asih memiliki peluang untuk menjadi guru negeri maupun swasta. Sementara Sekolah Minggu menjadi ciri pembeda dengan STT lain. Jadi, tamatan STT IKSM Santosa Asih harus memiliki keunggulan dalam pelayanan Gereja Kepada Sekolah Minggu.
Tamatan STT IKSM Santosa Asih dapat melakukan kegiatan sebagai guru di SD, SMP dan SLTA pada hari Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu ia berperan sebagai seorang pengajat sekolah minggu yang berkualitas. Dengan kata lain, bisa mengajar Sekolah Minggu dan Sekolah Formal.

Semoga menjadi berguna

Salam
Yonas Muanley
Ketua STT IKSM Santosa Asih

Berteologi Natural di Pelataran STT IKSM Santosa Asih

Rekan-rekan SESTI, Staf dan Dosen serta mahasiswa STT IKSM Santosa Asih. Hari ini tanggal, 29 Maret 2018, sehari sebelum menjelang puncak hari PASKAH, saya ingin menulis sebuah artikel dengan topik: "Berteologi Natural di Pelataran STT IKSM Santosa Asih". Berteologi Natural yang dimaksud disini adalah refleksi teologis individual atas apa yang dilihat di halaman Sekolah Tinggi Teologi STT IKSM Santosa Asih. Oleh karena berteologi ini dalam lingkup kecil maka segala percakapan teologi natural warisan teologi natural masa lampau tentu tidak banyak dibicarakan di dalam artikel ini. Penegasan ini menghantar pembaca weblog pada apa yang akan dipaparkan dalam laman ini sebagai hasil berteologi natural yang sifatnya berteologi dalam kesendirian/berteologi secara individual.
Sebelum saya merinci isi teologi natural di pelataran STT IKSM Santosa Asih, baiklah saya kemukakan beberapa definisi dari berteologi yang diambil dari tulisan saya yang dimuat di "Prosiding (hasil tulisan yang dimuat bersama dalam materi seminar) STT Sumatera Utara dengan tema: Soteriologi Biblika Seminar Ilmiah Seharai. Seminar ini di adakan di Medan, 26 Oktober 2013. Artikel saya yang dimuat dalam prosiding tersebut mengusung judul: "Pembimbing Ke dalam Teologi Sistematika.

 Cover Judul Depan

Judul Artikel dalam Prosiding STT SU

Kembali kepada pokok percakapan tentang berteologi. Teologi adalah pikiraan Allah, ajaran Allah dan memimpin kepada Allah. Definisi ini tentu merupakan pengembangan dari arti kata teo dan logos. Logos diartikan perkataan, pikiran, percakapan. Sedangkan Teos berarti Allah. Jadi, berteologi adalah berpikir tentang Allah dan ciptaan-Nya. (lih.artikel Dr.Yonas Muanley, M.Th. Pembimbing Kedalam Teologi Sistematika, dalam Prosiding Soterologi Biblika STT Sumatera Utara,hal. 229).
Berdasarkan definisi di atas, berteologi natural di pelataran STT IKSM Santosa Asih di artikan berpikir tentang beberapa hasil ciptaan TUHAN yang ada di halam STT IKSM Santosa Asih.
Selanjutnya baca berteologi Natural di weblog STT IKSM Santosa Asih

Tuesday, March 27, 2018

Reakreditasi STT IKSM Santosa Asih 2018

Program Magister Teologi STT IKSM Santosa Asih tentu merasa bergembira karena pada tahun 2018 ada upaya terstruktur dari STT IKSM Santosa Asih untuk mengajukan Akreditasi Institusi secara online melalui SAPTO. Setelah itu akan diikuti dengan "reakreditasi" untuk Program Studi:
1. Teologi (S.Th.)
2. Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.)
Pada tahap pertama, yaitu tahun 2014 STT IKSM Santosa Asih mendapat Akreditasi dengan peringkat C untuk Program Studi  Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Izin tersebut akan berakhir pada bulan Januari 2019. Itulah sebabnya STT IKSM Santosa Asih sedang berjuang untuk reakreditasi.
Harapannya yakni STT IKSM Santosa Asih dapat diakreditasi dengan peringkat A. Ya peringkat ini merupakan target tetapi capaian belum tentu sama dengan target. Tidak gampang mendapat peringkat Akreditas BAN dalam kategori A. Namun kami harus menentukan target. Berdasarkan target itu kami berjuang untuk mencapai target tersebut.
Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti studi di Program Magister Pendidikan Kristen (M.Pd.) maupun Sarjana Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (S1), jangan ragu mendaftar karena STT IKSM Santosa Asih memiliki ijin dari Kementerian Agama Dirjen Bimas Kristen maupun Akreditasi BAN.

Semoga bermanfaat

 

Selamat Datang

MOHON DUKUNGAN DOA UNTUK ASSESMEN LAPANGAN

TIM BADAN AKREDITASI NASIONAL

PADA TANGGAL 6-8 MARET 2015



Salam Filsafat Yang Berdoa
Yonas Muanley