Sunday, April 22, 2018

Ontologi dan Epistemologi Serta Asiologi PAK



Pascasarjana kembali lagi memposting sebuah artikel ringan tentang: Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pendidikan Agama Kristen yang Berbasis Alkitabiah. Dalam judul artikel terdapat kata PAK, kata PAK merupakan singkatan dari Pendidikan Agama Kristen (PAK). Sekarang baca apa yang dimaksudkan dalam judul artikel ini. Selamat membaca.

1. Ontologi Pendidikan Agama Kristen

1.1. Ontologi PAK Masa Lampau

Ontologi (baca: realitas Pendidikan Agama Kristen) pada masa lampau tentu didasarkan pada logos Teos, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam logos Teos yang Lama (PL), realitas Pendidikan itu kita dasarkan pada aktivitas di taman Eden dan di luar taman Eden. Di taman Eden berlangsung edukasi ilahi, yaitu TUHAN Allah mendidik dua manusia, yaitu Adam dan Hawa.

Dalam Pendidikan Taman Eden, ada instruksi sang Guru Ilahi. Instruksi itu dimulai dengan kata: Boleh dan Jangan di Taman Eden. Instruksi pertama, boleh. Manusia diberi kebebasan untuk mengelola dan menikmati apa yang ada di taman Eden. Manusia mendapat perintah edukasi, yakni boleh makan buah-buah pohon secara bebas, tetapi buah pohon yang dilarang, manusia tidak boleh memakan buahnya.
Realitas Edukasi di taman Eden yaitu ada manusia, Adam dan Hawa. Kemudian realitas itu diperluas di luar taman Eden, dengan lahirnya Kain dan Habel, juga Zet.
Adam dan Hawa mendapat didikan TUHAN, Adam dan Hawa selanjutnya mendidik anak-anaknya. Perkembangan akan generasi manusia mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, dari Adam dan Hawa kemudian berkembang menjadi sebuah bangsa yaitu Israel, kemudian berkembang lagi dalam Gereja.
Jadi, ontologi PAK dalam PL dan PB adalah manusia dewasa dan manusia yang belum dewasa, yang ada dalam komunitas keagamaan tertentu (berdasarkan Alkitab, ada ekklesia Israel dan Ekklesia Kristen) Jadi, ontologi PAK masa kini yaitu Guru, Murid, Materi, Tempat Belajar/fasilitas belajar.


1.2. Ontologi PAK Masa Kini

Realitas PAK masa kini yakni Guru/Dosen (Pendidik), Peserta didik (dari berbagai status sosial dan kompetensi). Ruang belajar/ruang kuliah yang ukurannya sesuai aturan BAN/DIKTI. Fasilitas Internet yang memudahkan pencarian informasi.

2. Epistemologi PAK

Definisi:

PAK adalah usaha terencana orang dewasa terhadap orang belum dewasa Usaha memanusiakan manusia muda dengan nilai-nilai Kristiani dan nilai-nilai universal yang tidak bertentangan dengan iman Kristen
Usaha terencana itu dimulai dengan menentukan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan itu dirumuskan dengan mempertimbangkan dimensi kompetensi dalam diri manusia yang belum dewasa Kurikulum PAK, yaitu adanya rekonstruksi pengetahuan tentang PAK secara benar dengan terlebih dahulu menentukan tujuan, materi pelajaran, proses (penggunaan metode dan media dalam belajar-mengajar), dan evaluasi ketercapaian pembelajaran. Epistemologi PAK mensyaratkan adanya perolehan pengetahuan Pendidikan Agama Kristen yang dinilai pengetahuan yang benar tentang Pendidikan Agama Kristen.
Guru/dosen gemar membaca buku, jurnal-jurnal dan prosiding. Semuanya bertujuan untuk sebuah epistemologi Guru PAK yang mampu mengevektifkan proses pembelajaran.

3. Aksiologi PAK

Pendidikan Agama Kristen tidak hanya dijadikan sebagai sumber pengetahuan, tetapi ia harus ter-internalisasi dalam kehidupan nyata (benrmanfaat). Aksiologi PAK dalam diri peserta didik, yaitu: PAK mendorong peserta didik dalam kesetiaan beriman kepada TUHAN Yesus PAK mempengaruhi peserta didik dalam buah-buah kehidupan yang sesuai dengan pertobatan PAK yang mempengaruhi peserta didik berhenti dalam kehidupan kenakalan remaja, pemuda dan orang dewasa. Selanjutnya dapat diperluas oleh pembaca.

Salam Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi PAK

Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Sunday, April 1, 2018

Wednesday, March 28, 2018

9 Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi

Hari ini pukul 12.15 saya membuka WA dari PDPTKI Regional 3 dari Wahyu A.Rini tentang Standar Akreditasi dari BAN PT. Ada 9 Instrumen Akreditasi yang mesti diperhatikan oleh Perguruan Tinggi, khususnya Sekolah Tinggi Teologi. 9 Instrumen Akreditasi yang dimaksud yakni:
1. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
3. Mahasiswa
4. Sumber Daya Manusia
5. Keuangan, Sarana dan Prasarana
6. Pendidikan
7. Penelitian
8. Pengabdian Kepada Masyarakat
9. Luaran dan Capaian Tridarma Perguruan Tinggi

Terimakasih kepada PDPTKI Regional 3 melalui Wahyu A. Rini yang telah memberi informasi melalui WA kepada anggota PDPTKI.
Rekan-rekan yang terhormat! Insrumen AKreditasi tersebut nampaknya berat untuk kita kerjakan, namun kita harus mengerjakannya. Bila kita sudah mengerjakan maka kita akan bekerja/mengajar/berproses dalam Pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam kualitas Standar yang dikeluarkan pemerintah melalui BAN PT.
Salah satu yang sering saya tekankan adalah Visi STT. STT bersama seluruh komponen yang terkait mesti duduk bersama dan merumuskan Visi lembaga dan Prodi untuk dijadikan sebagai semangat Civitas Akademik.

Visi Lembaga dan Prodi akan memberi arah yang baik kepada dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian perumusan visi dan misi itu sangat urgen. Visi STT mencerminkan ciri khas yang berbeda dengan STT lian. Visi juga menunjukkan kualitas dengan STT lain. Ciri khas STT IKSM Santosa Asih adalah Sekolah Minggu. Ada kerinduan dari pendiri STT IKSM Santosa Asih yaitu STT IKSM Santosa Asih memiliki keunggulan dalam Sekolah Minggu.

Kerinduan ini mesti diakomodir dalam rumusan visi dan misi lembaga maupun prodi teologi dan Pendidikan Agama Kristen di STT IKSM Santosa Asih. Mari rekan-rekan kita merumuskan sebuah visi sebagai perluasan dari Visi yang sudah ada di STT IKSM Santosa Asih.

Cirikhas ini pernah diingatkan oleh Dr. Yakob Tomatala. Beliau mengatakan bahwa setiap STT memiliki ciri khas. Selanjutnya ia menyatakan agar ciri STT IKSM Santosa Asih dalam Sekolah Minggu jangan sampai ditiadakan. STT IKSM Santosa asih mesti mengembangkan diri dalam kualitas atau keunggulan layanan Sekolah Minggu.
Bila dikatakan STT IKSM Santosa Asih memiliki ciri khas pada Sekolah Minggu maka tidak dapat diartikan STT IKSM Santosa Asih menamatkan tamatannya untuk anak-anak. Tamatan STT IKSM Santosa Asih dapat mengabdi sebagai pengajar di Sekolah Formal seperti SD, SMP dan SLTA. Dengan kata lain tamatan STT IKSM Santosa Asih memiliki peluang untuk menjadi guru negeri maupun swasta. Sementara Sekolah Minggu menjadi ciri pembeda dengan STT lain. Jadi, tamatan STT IKSM Santosa Asih harus memiliki keunggulan dalam pelayanan Gereja Kepada Sekolah Minggu.
Tamatan STT IKSM Santosa Asih dapat melakukan kegiatan sebagai guru di SD, SMP dan SLTA pada hari Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu ia berperan sebagai seorang pengajat sekolah minggu yang berkualitas. Dengan kata lain, bisa mengajar Sekolah Minggu dan Sekolah Formal.

Semoga menjadi berguna

Salam
Yonas Muanley
Ketua STT IKSM Santosa Asih

Berteologi Natural di Pelataran STT IKSM Santosa Asih

Rekan-rekan SESTI, Staf dan Dosen serta mahasiswa STT IKSM Santosa Asih. Hari ini tanggal, 29 Maret 2018, sehari sebelum menjelang puncak hari PASKAH, saya ingin menulis sebuah artikel dengan topik: "Berteologi Natural di Pelataran STT IKSM Santosa Asih". Berteologi Natural yang dimaksud disini adalah refleksi teologis individual atas apa yang dilihat di halaman Sekolah Tinggi Teologi STT IKSM Santosa Asih. Oleh karena berteologi ini dalam lingkup kecil maka segala percakapan teologi natural warisan teologi natural masa lampau tentu tidak banyak dibicarakan di dalam artikel ini. Penegasan ini menghantar pembaca weblog pada apa yang akan dipaparkan dalam laman ini sebagai hasil berteologi natural yang sifatnya berteologi dalam kesendirian/berteologi secara individual.
Sebelum saya merinci isi teologi natural di pelataran STT IKSM Santosa Asih, baiklah saya kemukakan beberapa definisi dari berteologi yang diambil dari tulisan saya yang dimuat di "Prosiding (hasil tulisan yang dimuat bersama dalam materi seminar) STT Sumatera Utara dengan tema: Soteriologi Biblika Seminar Ilmiah Seharai. Seminar ini di adakan di Medan, 26 Oktober 2013. Artikel saya yang dimuat dalam prosiding tersebut mengusung judul: "Pembimbing Ke dalam Teologi Sistematika.

 Cover Judul Depan

Judul Artikel dalam Prosiding STT SU

Kembali kepada pokok percakapan tentang berteologi. Teologi adalah pikiraan Allah, ajaran Allah dan memimpin kepada Allah. Definisi ini tentu merupakan pengembangan dari arti kata teo dan logos. Logos diartikan perkataan, pikiran, percakapan. Sedangkan Teos berarti Allah. Jadi, berteologi adalah berpikir tentang Allah dan ciptaan-Nya. (lih.artikel Dr.Yonas Muanley, M.Th. Pembimbing Kedalam Teologi Sistematika, dalam Prosiding Soterologi Biblika STT Sumatera Utara,hal. 229).
Berdasarkan definisi di atas, berteologi natural di pelataran STT IKSM Santosa Asih di artikan berpikir tentang beberapa hasil ciptaan TUHAN yang ada di halam STT IKSM Santosa Asih.
Selanjutnya baca berteologi Natural di weblog STT IKSM Santosa Asih

Tuesday, March 27, 2018

Reakreditasi STT IKSM Santosa Asih 2018

Program Magister Teologi STT IKSM Santosa Asih tentu merasa bergembira karena pada tahun 2018 ada upaya terstruktur dari STT IKSM Santosa Asih untuk mengajukan Akreditasi Institusi secara online melalui SAPTO. Setelah itu akan diikuti dengan "reakreditasi" untuk Program Studi:
1. Teologi (S.Th.)
2. Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.)
Pada tahap pertama, yaitu tahun 2014 STT IKSM Santosa Asih mendapat Akreditasi dengan peringkat C untuk Program Studi  Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Izin tersebut akan berakhir pada bulan Januari 2019. Itulah sebabnya STT IKSM Santosa Asih sedang berjuang untuk reakreditasi.
Harapannya yakni STT IKSM Santosa Asih dapat diakreditasi dengan peringkat A. Ya peringkat ini merupakan target tetapi capaian belum tentu sama dengan target. Tidak gampang mendapat peringkat Akreditas BAN dalam kategori A. Namun kami harus menentukan target. Berdasarkan target itu kami berjuang untuk mencapai target tersebut.
Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti studi di Program Magister Pendidikan Kristen (M.Pd.) maupun Sarjana Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (S1), jangan ragu mendaftar karena STT IKSM Santosa Asih memiliki ijin dari Kementerian Agama Dirjen Bimas Kristen maupun Akreditasi BAN.

Semoga bermanfaat

 

Monday, February 1, 2016

Dosen S2 STT IKSM SA

 


DATA DOSEN PROGRAM PASCASARJANA STT IKSM SA

Identitas dan Kegiatan Kelas
Aktivitas /Karya Ilmiah
No
Foto Nama
CV
RPKPS/RPP
Bahan Ajar
Buku
Jurnal
Makalah
1
Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
2
Dr. Uli Saut P. Nainggolan, M.Th.
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
3
Drs. Abson Kawangung, M.Th., D.Th. ©
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
4
David B. Hasibuan, M.Th., Dr. ©
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
5
M.P.Aritonang, M.Th.
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik
Klik


Jakarta, 2 Agustus 2013

Dr. Yonas Muanley, M.Th.
Direktur

Kolokium proposal tesis angkatan ke-1 gelombang ke-2

Ujian Proposal Tesis dilakukan pada tahun 2011 dalam dua tahap:
Tahap Pertama:
1. Wikanto
2. Evelita Harianja
3. Katji Mariani Naat
4. Donna M. Nainggolan

  Ujian proposal tesis tahap ke-2 tahun 2011
Para Penguji: dari kiri Dr (cand) Yonas Muanley, tengah: Dr. Hendrick D. Tambunan, kanan: Dr (cand) Ulisaut P. Nainggolan

Peserta ke-1: Eduarto Andi Silalahi
Wajah saudara Eduarto Andi Silalahi tidak nampak karena diambil dari belakang


Peserta ke-2: Sumar Nainggolan

 Peserta ke-3: Yotam

 Peserta ke-4. Simon Sitompul

 Peserta ke-5: Ardi
 Peserta ke-6: Doanto


 Peserta ke-7: Martini Harefa

Peserta ke-8: Frengki Hutasoit

Peserta ke-9: Abraham Tefbana


 Peserta ke-10: Yeti Idaman Hia


 Peserta ke-11: Windarto

Peserta ke-12: Rina Siahaan


Peserta ke-13: Thamrin Simatupang
Peserta ke-14: Rifka Butar-butar

Gambar diambil saat berdoa penutup acara kolokium proposal tesis

Ujian dan Wisuda Angkatan pertama Program Pascasarja STT IKSM Santosa Asih tahun 2012


Gambar: diambil Yonas Muanley dengan kamera hp Nokia

Selamat Datang

MOHON DUKUNGAN DOA UNTUK ASSESMEN LAPANGAN

TIM BADAN AKREDITASI NASIONAL

PADA TANGGAL 6-8 MARET 2015



Salam Filsafat Yang Berdoa
Yonas Muanley